Riko dirmansyah - Malaikat bumi (OSN 1.3)

Table of Contents

 


Langit aku mau menceritakan seseorang 

Seseorang yang selalu meremehkan ku 

Seseorang tidak pernah percaya dengan kemampuan ku

Sosok yang melihat ku tumbuh 

Sosok yang selalu melemah kan ku saat ku terbakar api emosi

Sosok yang selalu menjadi alasan ku untuk kembali kuat pada saat aku berada di titik terlemah 

Sosok kuat saat bertatapan mata dengan ku tapi akan mulai  melemah saat tak lagi bertatapan atau saat membelakangi ku 

Sosok lembut, kuat, hebat 

Sehari hari sering ku panggil ibu


Ibu selalu meremeh kan ku 

Kalau aku nggak bakal mampu untuk melakukan ini dan itu sendiri 

Bukan karna dia merendahkan ku

Tapi karna dia nggak mau terlihat tak berguna di depan ku

Dia akan terus membantu tanpa di minta 

Bukan karna dia suka ikut campur urusan ku 

Tapi karna dia nggak mau melihat ku kesusahan dan memikul bebanku sendirian 

Dia selalu ingin berbagi beban dan masalah yang  aku hadapi 


Ibu selalu tak percaya dengan kemampuanku untuk menyelesaikan sesuatu

Bukan karna dia tak suka atau ragu dengan suatu yang ku selesaikan dan kuputuskan

Tapi karena dimata ibuu 

Aku masih bayi kecil  nya yang lucu,  

Karena di mata ibu aku masih anak anak yang ceroboh gegabah


Dia orang terdekat dalam hidup ku

Walau aku sadar dia jarang jadi prioritas ku 

Padahal setiap hari notif dari nya akan selalu berada teratas 

Dan terbanyak 

Dari pada notif yang berada di kontak ku yang kutulis dengan nama kekasih


Sosok yang sudah merawat ku di dalam tubuh nya selama sembilan bulan 

Sosok yang sudah mempertaruh kan nyawa nya demi seorang nyawa yang belum tentu akan mampu bertrimakasih kepadanya 

Sosok yang rela mengorban kan bentuk indah tubuh nya 

Demi seoarang anak agar tumbuh gagah dan dewasa 


Buu kau akan tetap menjadi literasi dalam pemecahan masalah ku 

Buu kau seperti se orang ahli yang mengrtahui segala hal

Dan ijazah mu tak menjadi batas mu 

Isi kepala mu melebihi luas nya daratan dan lautan 

Bahkan saat kau berbisik suara indah mu sampai terdengar di langit 

Kau bisa meminta ke langit untuk dirimu sendiri

Tapi tidak pernah kau lakukan hanya nama anak mu yang jadi prioritas yang selalu kau lantun kan kelangit

Bahkan saat kau melemah dan mencoba mengadu kepada pemilik kekuatan 

Kau tetap mebelakangi kepentinganu 

Dan hanya nama anak mu yang jarang memprioritaskan mu yang selalu kau sebut dalam sujud mu


Buu apa kah benar  kau se orang manusia 

Bu maaf kalau aku jadi wujud cobaan yang di turun kan tuhan untukmu

Bu kerut wajah mu menjadi saksi dimana setiap malam kau menangis dan berpikir karna masalah ku dan keluarga ini 

Buu maaf karna aku kau terus terbangun di sepertiga malam mu 

Buu apakah aku jadi anak yang gagal 

Ibu bisa nunggu sebentar dulu kan

Aku lagi berusaha dan berjuang untuk membuatkan singgasana mu dan memperkenal kan dirimu ke pada dunia 

INI LAH MALAIKAT KU 


Sarolangun 1 november 2022

Posting Komentar